Thethek melek merupakan sebuah tradisi yang dibalut dengan kesenian tradisional berupa tabuhan.
Dulu tradisi ini dilakukan masyarakat untuk mengusir pagebluk (Wabah). Karena diyakini nenek moyang dahulu pagebluk (wabah) takut dengan ritual ini. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi ini sekarang dimanfaatkan oleh para petani khususnya di Desa Sukoharjo untuk mengusir pagebluk (hama) terhadap tanaman padi maupun palawijanya.

Pada era seperti sekarang, tradisi ini di kemas menjadi kesenian tradisional yang juga tidak kalah dan tidak tertelan oleh perkembangan zaman, karena selain diperuntukkan untuk upacara adat lokal desa undangan untuk tampil sebagai pembukaan acara atau pengisi acara kegiatan tradisional sering didapat oleh koordinator kesenian ini atau pelestari kebudayaan ini; paguyuban Song Meri.



